Press Release

Minyak Balur Probiotik Ini Memiliki Aroma Memikat, Cek Faktanya

Jakarta – Indonesia dikenal sebagai negara penghasil tanaman obat terbesar di dunia. Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia memiliki banyak produk kesehatan dari bahan alami. Salah satu produk yang dihasilkan oleh Indonesia adalah minyak balur atau minyak gosok.
Minyak balur khas Nusantara yang dikenal sejak nenek moyang ini telah dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat Indonesia karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Meski demikian, ada sebagian orang yang tidak ingin menggunakan minyak balur karena dinilai memiliki aroma yang kurang sedap hingga terasa kurang nyaman untuk menggunakannya.

Bahkan ada sebagian orang yang mengeluhkan penggunaan minyak balur tradisional yang membuat kepala pusing karena aromanya yang menyengat dan bisa mengurangi kepercayaan diri ketika digunakan untuk beraktivitas di luar.

Ditambah aromanya yang bau tersebut dapat menempel pada pakaian, kasur, atau kursi yang digunakan, dan umumnya butuh waktu beberapa hari untuk menghilangkan aromanya.

Sedangkan bagi kaum muda, minyak balur identik dengan minyak “nenek-nenek” atau “kampungan” karena aromanya yang menyengat dan terkesan kuno, bahkan mengganggu. Apalagi jika menggunakan minyak balur tersebut di depan publik, sudah pasti mereka tidak akan mau menggunakannya.

Pada 2020 lalu, telah ditemukan sebuah produk minyak balur yang ramai jadi perbincangan warganet di media sosial.

Minyak balur ini dianggap beda dengan minyak balur yang sudah ada karena minyak balur ini mengandung probiotik dan uniknya memiliki aroma yang harum, seperti minyak esensial. Minyak balur tersebut dikenal dengan nama Minyak SW Sumber Waras.

Product Manager Minyak SW Sumber Waras, Zakaria Achmad, yang dihubungi melalui pesan teks, mengatakan bahwa Minyak SW Sumber Waras memang diformulasikan dengan aroma melati agar bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia.

“Karena kami membuat Minyak SW dengan aroma melati, maka Minyak SW juga bisa digunakan sebagai aromatherapy dengan menggunakan alat diffuser. Karena sifat aroma melati itu bisa menenangkan, bahkan bisa membuat bayi tidur lebih lelap, jadi tidak seperti minyak balur biasa. Karena itu banyak juga disukai oleh kaum muda,” lanjut Zakaria.

Zakaria juga mengatakan Minyak SW tidak hanya diminati karena aroma melatinya, tetapi juga mengandung probiotik yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, dan ini menjadikan Minyak SW sebagai minyak balur pertama yang mengandung probiotik di Indonesia.

Para pakar probiotik yang tergabung dalam International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) pada 2013 sepakat memberikan definisi probiotik. Menurut mereka, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dalam jumlah memadai dapat memberikan manfaat pada kesehatan tubuh.

Produk kesehatan yang mengandung probiotik atau bakteri baik seperti Minyak SW Sumber Waras ini sangat diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan mikrobiota tubuh agar tubuh tetap sehat sehingga sel tubuh dapat bekerja optimal.

Yang sehat akan semakin sehat dan yang sakit menjadi sehat.